Menangani Surat Keluar
Hai teman-teman kali ini akan saya bagikan salah satu materi Adm. Perkantoran tentang tata cara menangani surat keluar yang benar.
Menangani Surat Keluar
Surat keluar adalah surat yang dibuat/dikirimkan oleh suatu
instansi/kantor kepada pihak lain, balk perseorangan, kelompok maupun
suatu lembaga
Surat keluar dapat disebabkan tiga faktor antara lain sebagai berikut.
- Surat keluar merupakan jawaban dari adanya surat masuk yang diterima.
- Surat keluar merupakan kebutuhan, misalnya kantor ingin mengundang rapat, maka dibuat surat undangan rapat.
- Surat keluar memberikan informasi, misalnya surat pemberitahuan, surat edaran.
1. Penanganan surat keluar sistem buku agenda
- Pembuatan Konsep
Konsep surat sering disebut sebagai draft. Saat pengetikan belum
menggunakan komputer (masih menggunakan mesin tik manual atau mesin tik
elektrik) untuk membuat surat harus dibuat dulu konsepnya secara
tertulis, di atas kertas bergaris/kertas buram/lembar konsep surat. Hal
ini karena jika langsung diketik terjadi hanyak kesalahan. Saat ini
mesin tik sudah tidak lagi menjadi alat yang populer karena sudah
digantikan oleh komputer yang lebih canggih. Konsep yang ditulis tangan
pun kini sudah mulai ditinggalkan, konsep surat sudah langsung diketik
dengan komputer. Namun demikian, masih ada yang tetap menggunakan cara
yang lama dengan membuat konsep ditulis tangan, kemudian diketik dengan
menggunakan komputer.
Walau pun hanya konsep, namun pembuatan konsep sebaiknya juga dibuat
dengan balk, disusun secara lengkap sesuai dengan aturan pembuatan
surat, dengan bagian-bagiar surat dibuat lengkap, termasuk juga bentuk
suratnya, sehingg; tidak terjadi banyak perbaikan atau revisi pada saat
pengetika
Pembuatan konsep dapat dilakukan secara:
- Sentralisasi : dipusatkan pada unit tertentu yang menangani kegiatan administrasi persuratan;
- Desentralisasi : dibuat oleh masing-masing unit atau bagian tertentu sesuai dengan kebutuhar masing-masing.
Pembuatan konsep dapat dilakukan oleh:
1) Atasan atau pimpinan
- Konsep dibuat dan diketik sendiri secara lengkap. Biasanya untuk surat rahasia.
- Konsep dibuat sendiri dan diserahkan kepada juru tik.
- Konsep dibuat secara garis besar, diselesaikan secara lengkap oleh sekretaris.
- Konsep didiktekan langsung kepada sekretaris atau pembantunya.
2) Orang yang ditunjuk (Konseptor)
- Pimpinan dapat menunjuk langsung orang yang dipercaya untuk membuat konsep surat.
Agar ada keseragaman dalam pembuatan konsep surat. Sebaiknya konsep
ditulis di lembar konsep surat. Selain agar lebih rapi juga memudahkan
dalam membuat konsep dan mencegah ada informasi yang tertinggal serta
jelas dalam pertanggungjawabannya.
- Persetujuan Konsep
Jika konsep surat dibuat oleh konseptor atau bawahan, maka konsep
tersebut harus mendapatkan persetujuan dari pimpinan. Tujuannya adalah
memeriksa apakah konsep surat tersebut sudah sesuai atau perlu
diperbaiki atau dikoreksi. Bila konsep sudah mendapat persetujuan dari
pimpinan, maka pimpinan akan memberi tanda/paraf (acc) pada konsep
tersebut.
- Pencatatan Surat
Konsep surat yang sudah mendapatkan persetujuan dari pimpinan,
selanjutnya dicatat ke dalam buku agenda surat keluar untuk diregistrasi
atau didaftarkan. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan nomor surat dari
agendaris sesuai dengan aturan pemberian nomor surat yang berlaku di
kantor tersebut. Format buku agenda dan cara pengisiannya dapat lihat
pada materi pengurusan surat masuk sistem buku agenda.
- Pengetikan Konsep Surat
Konsep surat yang telah mendapatkan persetujuan pimpinan dan
mempunyai nomor surat, selanjutnya dapat diserahkan kepada juru tik
untuk diketik dengan rapi. Jangan lupa untuk mengetik juga sampul surat
yang akan digunakan.
- Pemeriksaan Pengetikan
Juru tik harus memeriksa pengetikannya sebelum surat tersebut diprint
atau dicetak, jangan sampai ada kesalahan pengetikan sekecil apa pun,
walau pun hanya satu huruf sekali pun. Apalagi jika berupa angka-angka,
harus diteliti, karena beda angka adalah kesalahan fatal. Bahkan
konseptor harus memeriksa juga pengetikan tersebut, sehingga benar-benar
sesuai dengan konsepnya. Selain itu, konseptor memberikan parafnya
dengan pensil pertanda surat sudah sesuai dengan konsep.
Berikut tutorial pembuatan surat resmi klik disini
- Penandatanganan Surat
Setelah surat sudah selesai diketik dengan rapi, maka pejabat yang
berwenang atau bertanggungjawab terhadap surat tersebut dan membubuhkan
tanda tangan di atas nama terang.
- Pemberian Cap Dinas
Surat yang telah ditandatangani oleh penanggungjawab, selanjutnya
diberi cap dinas/stempel sebagai tanda syahnya surat. Surat yang tidak
ada cap dinas/stempel akan diragukan keabsahannya. Pemberian cap dinas
dibubuhkan di sebelah kiri tanda tangan dengan menyinggung sedikit dari
tanda tangan tersebut.
- Melipat Surat
Surat yang asli dikirim ke alamat yang dituju dengan dilipat secara
rapi menggunakan aturan melipat surat. Serrientara itu, tembusannya atau
lembar ke-2 disimpan sebagai arsip, tanpa dilipat, karena akan disimpan
dalam map/folder di laci filling cabinet. Untuk surat yang nantinya
akan dimasukkan ke dalam sampul berukuran besar, tidak perlu dilipat.
Melipat surat harus juga memperhatikan ukuran sampul yang akan
digunakan.
Contoh video beberapa cara melipat surat dan bentuk-bentuknya klik disini
- Penyampulan Surat
Surat yang telah dilipat rapi selanjutnya dimasukkan ke dalam sampul
yang telah disediakan dan direkatkan dengan lem secara rapi.
Perhatikan juga hal-hal berikut.
- Gunakan kop surat juga untuk sampul surat.
- Cantumkan nomor surat bila diperlukan.
- Jika sampul tidak menggunakan kop surat, harus dibubuhkan cap dinas/stempel pada sampul di sebelah kiri.
- Perangko secukupnya.
- Pengiriman Surat
Jasa pengiriman surat merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan
dalam proses prosedur pengurusan surat, balk surat masuk/surat keluar.
Oleh karena itu, dibutuhkan jasa pengiriman surat yang tepat.
Hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan jasa pengiriman surat:
- jenis surat;
- informasi yang tercantum dalam surat;
- tujuan/alamat surat;
- volume/banyaknya surat.
Pengiriman surat dapat dilakukan dengan empat cara berikut.
1) Melalui kurir, yaitu orang/pegawai yang ditugaskan untuk
mengantar langsung surat kepada alamat yatud -ju-Saat menyerahkan
suraflpada orang yang dituju, petugas kurir meminta tanda tangan si
penerima bahwa surat sudah disampaikan dengan menggunakan Buku Ekspedisi
Ekstern.
2) Melalui pos, surat diantar langsung ke kantor pos dan
diserahkan ke petugas pos dengan menggunakan Buku Ekspedisi Ekstern
untuk meminta cap pos setempat bahwa surat sudah dikirim melalui pos.
Jika hanya dimasukkan ke kotak pos yang tersedia di tempat umum, cukup
dicatat saja dalam buku ekspedisi hahwa pengiriman dilakukan melalui
kotak surat.
3) Melalui perusahaan jasa pengiriman (DHL, TIKI, FEDEX, dan sebagainya).
4) Melalui Internet (akan dijelaskan tersendiri dalam Kegiatan Belajar 4 “Mengelola dan Mengirim E-Mail”).
- Penyimpanan Surat
Surat yang asli dikirimkan kepada alamat yang dituju, sedangkan
tembusan atau lembar ke-2 disimpan sebagai arsip. Penyimpanan dilakukan
dengan menggunakan sistem penyimpanan, Misalnya: sistem abjad, sistem
subjek, sistem tanggal, sistem nomor, dan sistem wilayah.
Catatan:
- Setiap satu surat harus dibuat minimal dua lembar, satu untuk alamat yang dituju, dan lembar kedua untuk arsip.
- Apabila alamat/orang dituju jumlahnya banyak. Misalnya: surat
edaran, maka surat cukup dibuat satu lembar saja, setelah di
tandatangani kemudian diperbanyak dengan mesin pengganda, misalnya mesin
fotokopi atau risograph, yang asli untuk arsip, salinannya untuk alamat
yang dituju.
2. Penanganan surat keluar sistem kartu kendali
- Prosedur penanganan surat keluar penting
Seperti halnya dalam pengurusan surat masuk penting di mana
pencatatan dan pengendalian menggunakan kartu kendali, maka penanganan
surat keluar yang bersifat penting pun menggunakan kartu kendali.
Keduanya tetap melalui satu pintu utama keluar masuknya surat yaiti unit
kearsipan.
Langkah-Langkah pengurusan surat keluar penting adalah sebagai berikut.
- Unit pengolah
Surat keluar berasal dari unit pengolah atau unit kerja yang
berkepentingan terhadap surat tersebut. Pencatatan dengan kartu kendali
dapat dilakukan di unit kearsipan. Dapat juga dilakukan di unit
pengolah, asalkan kartu kendali 1 dan kartu kendali 2 diserahkan ke unit
kearsipan, sehingga unit kearsipan selalu mengetahui apa yang telah
diproses di unit pengolah. Tata usaha unit pengolah mengisi 3 kartu
kendali, setelah itu surat asli beserta tembusannya dar kartu kendali 1
dan 2 diteruskan ke unit kearsipan. Kartu kendali 3 disimpan di unit
pengolah. Tembusan yang telah diproses di pencatat surat, selanjutnya
disimpan di unit pengolah.
- Pencatatan surat
Tugas pencatat surat adalah sebagai berikut.
1) Menerima surat beserta tembusannya dan kartu kendali 1 dan 2 dari unit pengolah.
2) Memberikan stempel pada surat.
3) Kartu kendali 1 diteruskan ke pengarah surat untuk disimpan dan berfungsi sebagai kartu kontrol.
4) Memberikan paraf pada kartu kendali 2, kemudian mengembalikan kartu kendali 3 dan tembusan kepada unit pengolah.
5) Memberikan surat kepada petugas ekspedisi untuk dikirimkan kepada alamat instansi.
- Pengarahan surat
Tugas pengarah surat dalam menangani surat keluar adalah menerima
kartu kendali 1 dari pencatat surat dan menyimpannya ke dalam kotak
kartu kendali sebagai kontrol atau pengendali dari surat yang
dikirimkan.
- Penataan arsip
Tugas penata arsip dalam hal ini adalah menerima kartu kendali 2 dari
unit pengolah dan menyimpannya dalam kotak kartu kendali sebagai
pengganti arsip yang ada di unit pengolah. Jika arsip yang berada di
unit pengolah sudah in-aktif, kartu kendali 2 di penata arsip ditukar
dengan kartu kendali 3 dan tembusan di unit pengolah.
- Pengiriman surat
Umumnya pengirim surat menggunakan ekspeditor atau kurir. Tugasnya
menerima surat-surat yang akan dikirim kepada pihak lain dan
mengirimkannya dengan cara-cara tertentu yang telah menjadi aturan di
suatu kantor.
Dari uraian di atas dapat dilihat bahwa pada dasarnya penanganan
surat harus dilakukan dengan sebaik-baiknya dengan aturan yang jelas.
Penanganan surat, baik surat masuk maupun surat keluar dengan
menggunakan buku agenda maupun kartu kendali bertujuan untuk mempermudah
penanganan surat, jelas prosedurnya, dapat mengamankan surat-surat
dengan menyimpannya.
Perbedaan sistem buku agenda dan sistem kartu kendali dilihat dari langkah-langkah penanganannya adalah sebagai berikut.
No
|
Sistem Buku Agenda
|
Sistem Kartu Kendali
|
|
Sistem pola lama
Pencatatan menggunakan buku agenda
Penyampaian surat menggunakan buku ekspedisi
Pencatatan hanya dilakukan satu orang karena hanya menggunakan satu buku
|
Sistem pola baru
Pencatatan menggunakan kartu kendali
Penyampaian surat menggunakan kartu kendali
Pencatatan dapat dilakukan beberapa orang dalam waktu yang bersamaan
|
- Prosedur penanganan surat keluar biasa
Penanganan surat keluar biasa atau rutin sama seperti menangani surat
masuk biasa, yaitu menggunakan lembar pengantar surat biasa.
Langkah-langkah pengurusan surat keluar biasa adalah sebagai berikut.
- Unit pengolah
Unit pengolah mencatat surat keluar biasa atau rutin dalam dua lemhar
pengantar surat biasa, kemudian surat ash, lembar pengantar (lembar 1
dan lembar 2), tembusan diteruskan ke pencatat surat di unit kearsipan.
Selanjutnya menerima kembali tembusan surat yang sudah diberi cap
stempel tanggal oleh pencatat surat dan lembar pengantar surat hiasa
(lembar 2) untuk disimpan. Hal ini digunakan sebagai tanda bahwa surat
sudah dikirimkan ke alamat yang dituju.
- Pencatatan surat
Pencatat surat menerima surat, tembusan clan lembar pengantar surat
biasa (lembar 1 dan 2), kemudian memberi cap stempel tanggal pada
tembusan surat dan mengembalikan lagi tembusan dan lembar pengantar 2
kepada unit pengolah. Hal ini sebagai tanda bahwa surat sudah diterima
dan dikirimkan. Surat ash dikirimkan ke alamat yang dituju melalui
ekspeditor.
- Prosedur penanganan surat keluar rahasia
Seperti halnya pengurusan surat masuk rahasia, untuk pengurusan surat
keluar rahasia juga menggunakan lembar pengantar surat rahasia.
Langkah-langkah pengurusan surat keluar rahasia adalah sebagai herikut.
- Surat rahasia diketik sendiri oleh pimpinan atau dihuat oleh
seseorang yang ditunjuk langsung oleh pimpinan berikut tembusannya.
Surat ini dicatat langsung dalam lemhar pengantar surat rahasia,
tembusan disimpan.
- Surat tertutup dan lembar pengantar surat rahasia (lembar 1 dan 2)
diserahkan kepada pengarah surat. Kemudian surat diserahkan kepada
ekpeditor untuk dikirim dan lemhar pengantar 1 diserahkan kepada penata
arsip clan lembar pengantar 2 kepada unit pengolah.
0 komentar:
Posting Komentar